Australia dukung Indonesia perkuat ketahanan perbankan terhadap iklim

Scott juga mengapresiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas pencapaian lembaga itu dalam meluncurkan panduan manajemen risiko iklim komprehensif untuk perbankan, Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS). Ia menyebut panduan tersebut bertujuan memberikan dukungan kebijakan bagi bank dan komitmen mereka pada target nol emisi karbon Indonesia dengan panduan teknis untuk mengukur pengaruh iklim terhadap risiko kredit dan operasional bank.

“Indonesia dan Australia juga akan bekerja sama memperkuat ketahanan sektor perbankan dalam menghadapi perubahan iklim melalui pengembangan kerangka kerja pengujian risiko iklim atau Climate Risk Stress Test Framework,” paparnya.

Kerja sama tersebut akan dilakukan melalui kerja sama antara OJK dan Kemitraan Australia-Indonesia untuk Pembangunan Ekonomi (Prospera). Kerja sama itu didukung oleh berbagai badan pemerintah Australia, seperti Australian Treasury, Australian Prudential Regulation Authority, Reserve Bank of Australia, dan Australian Securities and Investment Commission.

Kemitraan itu juga disebutkan bertujuan meningkatkan investasi melalui saran dalam hal kebijakan dan peraturan untuk memfasilitasi transisi energi, memajukan kesetaraan dan inklusi gender, serta mempercepat peluang pendanaan iklim. (Sidik Purwoko)

Editor: Sidik Purwoko