Tetapkan jadwal tidur yang konsisten dan pastikan kamu dan keluarga mendapatkan cukup istirahat setiap malam.
Istirahat yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan fisik dan mental selama liburan.
Jadi, manfaat liburan yang kamu rasakan bisa maksimal. Tidak hanya bahagia, kesehatan fisik pun tetap terjaga.
5. Cek kondisi kesehatan sebelum berangkat
Sebelum berangkat, pastikan kamu dan keluarga dalam kondisi kesehatan yang baik.
Jika kamu atau anggota keluarga lain memiliki kondisi kesehatan tertentu, periksakan ke dokter sebelum liburan.
Tujuannya untuk memastikan tubuh fit selama liburan.
Biasanya, dokter akan merekomendasikan vitamin atau suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh.
6. Rutin memantau ramalan cuaca
Perubahan cuaca dapat terjadi dengan cepat, terutama selama musim hujan.
Oleh sebab itu, pantau informasi cuaca secara berkala agar kamu bisa merencanakan kegiatan liburan dengan lebih baik.
Cara ini juga membantu kamu untuk tetap siap menghadapi perubahan cuaca yang tiba-tiba.
7. Siapkan tas P3K
Persiapkan tas P3K (pertolongan pertama dan penanganan keadaan darurat) yang berisi perban, antiseptik, dan alat medis sederhana lainnya.
Bawa juga obat-obatan dasar seperti obat demam, obat flu, dan vitamin untuk mengantisipasi kemungkinan sakit ringan.
Tas P3K ini dapat berguna dalam situasi darurat dan memberikan perlindungan tambahan terhadap potensi risiko kesehatan selama liburan.
Siapkan Vitamin Daya Tahan Tubuh untuk Perkuat Imun di Musim Hujan ini!
8. Jaga kebersihan diri
Saat musim hujan, potensi risiko penyakit menular semakin meningkat. Itu sebabnya, kamu dan keluarga perlu menjaga kebersihan diri selama musim hujan.
Pastikan rutin mencuci tangan menggunakan sabun, terutama sebelum mengonsumsi makanan, menyiapkan makanan dan setelah menggunakan toilet.
Jangan lupa mandi menggunakan sabun setelah kamu kehujanan saat bepergian untuk memastikan tidak ada kuman dan bakteri yang menempel.
Pemilihan sabun juga memberikan dampak besar pada kesehatan keluarga. Memilih sabun yang tepat bisa melindungi tubuh dari penularan kuman pemicu penyakit. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







