Butuh Uang, Hermanto Nekat Pukul Sopir dan Para Penumpang untuk Curi HP
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Beredar kabar peristiwa pembegalan sopir travel terjadi di Jalan Lingkar Utara (Gubernur Syarkawi) pada Selasa (12/12/2023) malam dan menyebabkan tiga orang luka-luka.
Kabar terbaru, kejadian tersebut bukanlah pembegalan, namun tindak pidana pencurian dengan kekerasan.
Pelaku juga sudah ditangkap dan diamankan oleh Kepolisian Resor Liang Anggang.
Kapolsek Liang Anggang, Kompol Yopie Andri Haryono kepada beberapa wak media, Rabu (13/12/2023) mengatakan pelaku dikenai pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan, bukan begal.
Pelaku bernama Hermanto (35), saat ini berada di Polsek Liang Anggang mengenakan kaus dan celana berwarna hitam saat dimintai keterangan.
Ternyata ia adalah salah satu penumpang di mobil travel yang dikemudikan oleh Ahmad Ubaidillah (20), warga asal Banjarmasin.
Baca juga: Satu Begal di Jalan Gubernur Syarkawi Dikabarkan Ditangkap, Mobil Korban Ditemukan...
"Di dalam mobil ada empat orang, tiga laki-laki dan satu perempuan," ujar Hermanto kepada wartawan.
Hermanto merupakan warga asli Lamongan, Jawa Timur mengaku baru dua bulan berada di Kalimantan Selatan.
Saat itu, kondisi mentalnya dalam keadaan buruk karena memikirkan kondisi keuangan dan keluarganya.
"Saya butuh uang untuk mengobati anak sakit," ungkapnya.
Ia lantas bepergian menggunakan mobil travel dari Banjarmasin ke Muara Teweh (Puruk Cahu) untuk mendatangi tempat kerjanya.
Di dalam mobil, ia melihat para penumpang memainkan ponselnya masing-masing.
"Saya pikir HP itu bisa jadi modal untuk pulang ke Jawa menemui keluarga. Saya berniat mengambilnya," ujarnya.
Kemudian, sopir melakukan perjalanan ke kawasan Lingkar Utara untuk menjemput penumpang lainnya.
Melihat kondisi dan suasana di lokasi kejadian sepi, Hermanto mengambil kunci roda yang ada di bawah bangku sopir lalu melakukan aksinya yaitu mencuri ponsel para penumpang.
"Saya pukul penumpang yang disamping saya dan disamping sopir, kemudian baru sopirnya," ungkapnya lagi.
Lalu, Ubaidillah menepikan mobilnya.
Melihat mobil temannya menepi, seorang saksi yang beriringan menghampiri mobil tersebut.
Saksi, Dani Hamdan (21) yang merupakan sopir travel dan teman korban keluar dari mobil.
Ia melihat para penumpang sudah dalam keadaan berdarah-darah.
Pelaku kemudian mengejar Dani dan Dani pun lari untuk menyelamatkan diri.
"Lalu saya kembali ke mobil Dani, disana kuncinya masih menancap lalu saya coba bawa kabur," ungkap Hermanto lagi.
Namun nahas, mobil yang dibawanya malah nyungsep ke area persawahan.
Mobil yang dikemudikan Dani akhirnya rusak parah.
"Saya gak bisa bawa mobil," ujarnya.
Ia sangat menyesali semua perbuatannya.
Ia menerangkan, semuanya terjadi spontanitas karena membutuhkan uang untuk pengobatan anaknya yang sedang sakit dan butuh modal untuk pulang ke Lamongan. (nurul octaviani)
Editor: Yayu