WARTABANJAR.COM - Kemarau panjang tampaknya akan segera berakhir, dan hujan semakin sering turun Ini saatnya menyiapkan sejumlah minuman tradisional penghangat badan yang cocok dinikmati saat musim hujan. Anda bisa membuat minuman ini sendiri di rumah atau membeli dalam bentuk instan yang banyak dijual di market place. Wedang jahe Wedang jahe atau air jahe adalah salah satu minuman tradisional yang sangat mudah dibuat dan nikmat. Jahe juga dipercaya berfungsi sebagai sumber imunitasi tubuh dan mampu mencegah penyakit batuk dan pilek. Cara membuatnya pun gampang. Parut jahe merah dan campurnya dengan air panas. Saring air jahe agar terpisah dari ampasnya. Bisa dicampurnya dengan gula merah atau gula pasir. Wedang Ronde Wedang ronde adalah minuman tradisional Yogyakarta yang mendapat pengaruh dari budaya China. Minuman ini terdiri dari air jahe yang dicampur dengan gula merah dan ditambah dengan bola-bola kenyal. Bola-bola rondenya terbuat dari tepung beras ketan dan sagu yang diisi kacang tanah. Saat menikmati kacang dicampur dengan kacang tanah, kolang kaling dan potong roti tawar. Bila Anda malas membuat bola-bola ronde, bisa membeli langsung di online. Wedang uwuh Minuman hangat dan herbal yang juga populer dinikmati saat musim hujan adalah wedang uwuh. Minuman ini terdiri atas berbagai campuran rempah seperti jahe, serai, daun jeruk, cengkeh, kapulaga, kayu manis dan kayu secang. Campurkan semuanya dengan air dan rebus hingga mendidih. Setelah itu saring airnya dan campurnya dengan gula batu. Aroma cengkeh dan secang yang tajam sangat mengugah selera dan menyegarkan pernapasan. Bajigur Bagi Anda penggemar kopi dan butuh minuman hangat yang manis, bisa jadi suka bajigur. Minuman tradisional khas Jawa Barat ini terbuat dari campuran air santan, gula aren, bubuk kopi yang direbus. Tak lupa ditambahkan dengan kayu manis dan daun pandan. Teh ini terbuat dari campuran kuning telur yang dikocok dan dicampurkan pada teh. Setelah itu dicampurkan dengan gula pasir, jahe, dan kayu manis yang sudah direbus. Teh talua dihidangkan dengan menambahkan sedikit susu kental manis dan jeruk nipis. Minuman tradisional ini sangat nikmat ketika dalam masih sangat panas. Bir pletok Bila ada bir yang cocok dinikmati dalam keadaan panas, ya, cuma bir pletok. Minuman tradisional khas Betawi ini terbuat dari berbagai rempah tradisional. Yaitu jahe, cengkeh, kayu manis, kapulaga, serai, pala, dan dan gula pasir. Baca Juga: 5 Minuman Khas Betawi, Mulai Dari yang Segar Hingga yang Menghangatkan Semuanya direbus sampai mengeluarkan aroma harum. Saring airnya agar terpisah dari ampasnya. Nikmati sore hari bersama gorengan. (berbagai sumber) Editor: Erna Djedi