Astronot Tiongkok Berhasil Tanam Sayuran di Stasiun Luar Angkasa Tiangong

“Peralatan budi daya sayuran ini merupakan bagian penting sistem pengendalian lingkungan dan pendukung kehidupan (environmental control and life support system/ECLSS), dan digunakan di luar angkasa untuk memverifikasi teknologi yang relevan. Di masa depan, kami akan fokus pada budi daya berskala besar,” kata Yang Renze, peneliti dari Pusat Penelitian dan Pelatihan Astronot Tiongkok, kepada CCTV .

Dia mengatakan sistem ini dapat diterapkan pada eksplorasi ruang angkasa, seperti misi pendaratan di bulan dan Mars.

“Sebagai bagian ECLSS, tumbuhan yang ditanam dari peralatan budi daya dapat menyerap karbondioksida di udara untuk menghasilkan oksigen melalui fotosintesis, kemudian meregenerasi air melalui transpirasi,” kata dia.

Tiongkok berencana mengirim dua astronot ke bulan sebelum 2030. Tiongkok juga akan membangun pangkalan di bulan, yang disebut Stasiun Penelitian Bulan Internasional (the International Lunar Research Station/ILRS), pada dekade berikutnya.

Meski pendaratan berawak di Mars masih jauh, tetapi Planet Merah ini telah dicatat sebagai tujuan masa depan penerbangan luar angkasa Tiongkok. (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi

Berita ini telah tayang di beritasatu.com dengan judul Tiongkok Berhasil Tanam Selada dan Tomat di Stasiun Luar Angkasa Tiangong