Meninggalnya Guru Hatim tentu meninggalkan duka yang dalam di hati masyarakat Kabupaten Banjar. Seperti yang dirasakan Fauzan Asniah, salah satu tetangga almarhum Guru Hatim.
“Berpulangnya beliau ke Rahmatullah, bisa kita bayangkan berapa kitab yang hilang, karena beliau seringkali jadi rujukan dalam hukum dan terkenal menguasai kitab-kitab. Beliau orang besar, berilmu, dan cendekiawan,” ungkap Fauzan Asniah.
Selain dikenal sebagai sosok Pimpinan Ma’had Aly Darussalam, almarhum Guru Hatim juga merupakan salah satu Mustasyar PBNU periode 2022 – 2027.
“Almarhum sosok ulama yang tegas dan teguh dalam memegang prinsip, tapi beliau juga selalu memberikan ruang komunikasi bagi kami dalam menuangkan gagasan, beliau juga menjadi penasehat Pondok Pesantren Yatim Piatu Raudhatun Nasyi’in di Banjarbaru,” ujar Sekretaris PC GP Ansor Banjarbaru, H Muhammad Faidurrahman.
Selain terkenal sebagai sosok ulama asal Banjar yang pernah menimba ilmu di negara Mesir dan Saudi Arabia, beliau tercatat pernah menjadi Kepala Pengadilan Agama di beberapa Kabupaten Kota dan Wakil Bupati Kabupaten Banjar satu kali di masa kepemimpinan Pangeran Khairul Saleh.
Berikut profile singkat Muhammad Khatim Salman Lc
Riwayat Pendidikan :
SDN Kampung Melayu Tahun 1972
Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Martapura Tahun 1975
MTs. Soulatiyah Mekah Tahun 1980
Madrasah Aliyah Soulatiyah Mekah Tahun 1983
Sarjana Syari`ah Al-Azhar Mesir ( Lc ) S1 Tahun 1988







