“Kalau kualitas air menurun, tidak bagus juga untuk kualitas ikan,” jelasnya lagi.
Selain kualitas air, puncak musim kemarau yang akan terjadi di September juga menjadi salah satu alasan untuk tidak menebar benih di kolam pembesaran.
“Biasanya kalau siang, panas banget kan? Saat seperti itu nafsu makan ikan menurun sampai bisa menyebabkan kematian,” ungkap Sipliansyah lagi.
Sipliansyah juga meminta kepada para pembudidaya untuk mengatur kepadatan ikan menyesuaikan air yang ada di kolam agar tidak terjadi kematian massal seperti yang terjadi pada Bulan Mei 2023 lalu di Karang Intan.
Sebelumnya, diberitakan bahwa informasi pengeringan saluran irigasi selama satu bulan akan dilakukan pada 15 September 2023 mendatang melalui media radio. Usai mendengar kabar tersebut, para pembudidaya ikan di wilayah Cindai Alus dan Tungkaran pun melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi. (nurul octaviani)
Editor Restu







