WARTABANJAR.COM, GAMBUT – Kandang dan tempat penetasan telor bebek di Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan terbakar, Selasa (28/4).
Api muncul dari bangunan berbahan kayu itu dan cepat membesar.
Rekanan Almunir yang berada di lokasi kejadian berupaya memadamkan api.
Tak berselang lama, bangunan luluh lantak.
Hingga berita ini dirilis, belum diketahui total kerugian yang dialami korban.
Diketahui bangunan kayu merupakan ciri khas bangunan di Kalimantan Selatan untuk lahan rawa.
Tipe bangunan ini mudah terbakar. Namun ada cara untuk mengantisipasinya.
Dikutip dari fireretardantsinc.com ada beberapa metode untuk membuat bangunan kayu tahan api:
Pengaplikasian Cat Tahan Api (Fire Retardant Paint): Gunakan cat intumescent khusus kayu yang akan mengembang saat terpapar panas, membentuk lapisan arang pelindung yang menghambat laju penyebaran api.
Teknik Yakisugi (Pengarangan Kayu): Teknik tradisional Jepang ini membakar permukaan kayu hingga menjadi arang, menjadikannya lebih tahan terhadap api, cuaca, dan rayap.
Pengawetan Kimiawi: Menggunakan cairan fire retardant yang diinjeksikan ke dalam kayu untuk mengubah kayu yang mudah terbakar menjadi material yang lebih tahan api.
Penggunaan Material Pelapis Tahan Api: Melapisi interior dengan bahan seperti papan gypsum atau rock wool yang merupakan material anti-api untuk melindungi struktur kayu.
Pemilihan Jenis Kayu yang Tepat: Menggunakan kayu keras yang lebih tahan api secara alami seperti kayu ulin, jati, atau merbau.







