Anak Tenggelam di Tungkaran Kabupaten Banjar Akhirnya Ditemukan
WARTABANJAR.COM, BANJAR - Seorang anak dilaporkan tenggelam di Tungkaran, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (28/4) sekitar pukul 14.00 WITA.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WITA.
Tampak warga sudah melakukan pencarian di sungai tempat korban diduga tenggelam.
"Sudah satu jam setengah," ucap warga yang melakukan penyelaman.
Tak berselang lama, petugas DPKP Kabupaten Banjar dan warga akhirnya berhasil menemukan korban.
Korban kemudian dievakuasi ambulans DPKP Banjar.
Dikutip safetycode.asia, terdapat beberapa fakta yang harus diketahui oleh orang tua saat anak tenggelam.
- Anak cenderung selalu ingin tahu dan belum mengenal bahaya
Dalam teori tumbuh kembang anak, usia di bawah 10 tahun memiliki sifat keingintahuan yang sangat tinggi.
Anak yang tergolong pemberani selalu berusaha mendekat bahkan menyentuh objek yang menarik perhatiannya.
Di sisi lain kepekaan mereka terhadap potensi bahaya masih sangat rendah. Kombinasi inilah yang dapat membahayakan si anak.
- Sebagian besar anak tenggelam saat di dalam pengawasan orang tua, pengasuh atau orang dewasa lain.
Anak membutuhkan orang dewasa untuk mengenali potensi bahaya. Namun saat bersama anak kadang orang tua memiliki kesibukannya sendiri.
Mengobrol, membaca buku, makan dan yang paling populer adalah bermain smartphone. Kondisi inilah yang sangat rentan bagi si anak.
Pada proses tenggelam, anak yang tidak bisa renang hanya mampu berusaha berada di permukaan air (struggling) selama 10 - 50 detik tergantung besarnya anak.
Setelah itu mulai tenggelam. Sehingga hanya butuh waktu 60 detik lepas dari pandangan, si anak sudah tenggelam.
- Proses Tenggelam tidak seperti yang kita lihat di film
Jika di film kita sering melihat proses tenggelam di gambarkan dengan berteriak-teriak minta tolong sambil melambaikan tangan. Sehingga terkesan proses tenggelam itu berisik.