WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Sanitasi Berbasis Masyarakat atau sanimas sedang gencar di sosialisasikan oleh Pemprov Kalsel melalui Dinas PUPR Kalsel.
Pemenuhan akses sanitasi, dikelola melalui rantai layanan yang dikelola secara aman, berkelanjutan, dan inklusif sesuai karakteristik wilayah.
Namun, Pemprov Kalsel memiliki tantangan tersendiri untuk membangun akses sanitasi di wilayah Kalsel melihat karakteristik wilayah hingga tingkat partisipasi masyarakat.
Sejauh ini, di wilayah Kalsel baru ada dua daerah yakni Kota Banjarbaru dan Kabupaten Balangan yang telah melakukan sanitasi total yaitu dengan tidak buang air besar sembarangan atau ODF.
“Sejauh ini yang kita tau baru ada dua kabupaten/kota yang dinyatakan ODF yaitu Banjarbaru dan Kabupaten Balangan,” ujar Ir Ryan Tirta Nugraha, pada Senin (24/7) siang di Banjarbaru.
Baca Juga
Motif Pelaku Pembakar Rumah di Jalan Kayu Tangi II Banjarmasin
Pola pikir masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah khususnya dalam pembangunan sanitasi.
Dalam membantu mengubah kebiasaan masyarakat tersebut, Dinas PUPR Kalsel menyiapkan banyak opsi salah satunya menyediakan fasilitas sanitasi yang sesuai dengan standar untuk masyarakat.
Sebagai contoh, pola perilaku masyarakat di sekitar bantaran sungai atau yang bersanitasi langsung dibantaran sungai, Dinas PUPR Kalsel sudah melakukan banyak inovasi-inovasi yang dilakukan oleh para peneliti dan akademisi terkait pengembangan tanki septik di daerah bantaran sungai.







