WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - sebanyak Rp230 juta uang palsu disita jajaran
Kepolisian Resor (Polres) Banjar melalui Sat Reskrim.

Uang palsu itu disita setelah Satreskrim melakukan penggeledahan di sebuah rumah.

Dalam penggeledahan ini, polisi juga berhasil meringkus 6 orang pelaku diduga pengedar uang palsu.

"Dari tangan para pelaku, Polisi mengamankan barang bukti berupa uang palsu senilai Rp230 juta," kata Kasatreskrim Polres Banjar melalui Kanit Tipidter Polres Banjar, Ipda Fakhri Safrizal Wiratama

Dia mengatakan, Polres Banjar meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap peredaran uang palsu.

Dikatakan Ipda Fakhri, kasus peredaran uang palsu ini terungkap saat pelaku melakukan transaksi di BRILink di Tanjung Rema dan Sekumpul Ujung, Martapura.

“Tetapi yang membuat laporan korban di Tanjung Rema ke Polsek Martapura Kota. Lalu kami lakukan pengembangan,” terangnya.

Baca juga:

Operasi Antik Intan 2023, Polres Tabalong Bekuk 12 Tersangka Narkoba, 2 di Antaranya Wanita

Baca berita terbaru wartabanjar.com dengan menginstall dari playstore

Ipda Fakhri menerangkan kronologisnya, bermula dari pelaku berinisial R hendak mentransfer uang senilai Rp 40 juta di BRILink milik korban berinisial LH.

Namun karena limit, maka uang yang ditransfer hanya Rp 10 juta saja.

“Di BRILink hanya bisa transfer Rp 10 juta saja, akhirnya disetujui oleh pelaku dengan inisial R. Uang tersebut ditransfer ke Bank Permata,” jelasnya.

Fakhri menambahkan bahwa transaksi uang palsu melalui BRILink ini merupakan modus baru.

Setelah dilakukan pengembangan, pelaku R mengaku disuruh oleh bosnya berinisial NK untuk melakukan transaksi uang palsu ini.

“Dari keterangan tersangka NK, kami lakukan pengembangan ternyata yang ngirim uang palsu dari Malang. Kami lakukan penelusuran ke Malang akhirnya tersangka baru dengan inisial BS, JS tertangkap,” bebernya.

Selain BS dan JS, pihaknya juga mengamankan I dan A, warga Bandung yang diduga sebagai pemasok uang palsu kepada BS dan JS.

“Total uang yang kami amankan sekitar Rp 230 juta. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.