Dia mengungkapkan, tiap tahun warga memang memiliki tradisi makan bersama satu kampung saat Iduladha.
“Biasanya aman saja, baru kali ini ada musibah. Ada tiga menu yang dimasak, sate, gule sama krengsengan. Harusnya empat menu, tetapi kikilnya belum sempat dimasak,” ujarnya, Sabtu (1/7/2023).
Awalnya jumlah korban keracunan dilaporkan 18 orang seperti yang disampaikan Camat Kenjeran, Surabaya Yuri Widarko.
Namun puskesmas setempat memberi update data bahwa jumlah korban mencapai 71 orang.
Keracunan massal ini terjadi setelah warga menyantap olahan daging kurban pada Kamis (29/6) malam, kemudian mengalami gejala pada Jumat (30/6) pagi.
Sejumlah warga bahkan sempat dirawat di puskesmas hingga di rumah sakit terdekat. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







