Polres Tabalong Amankan 5 Pelaku TPPO Pekerjakan Korban ke Arab Saudi, Begini Modus dan Perannya
Keuntungan yang diperoleh masing-masing pelaku bervariasi, keuntungan pelaku wanita Rp500 ribu, inisial U sebesar Rp 2 juta, AB Rp 2,5 juta, inisial P Rp 2 jt dan AS Rp 1,2 juta.
“Menurut Aturan yang berlaku, Agen Travel dan Agen Tenaga kerja tidak ada korelasinya, artinya agen travel tidak boleh menyalurkan orang sebagai tenaga kerja” ungkap Kepala BP2MI.
“Kami juga menghimbau kepada Masyarakat, Sebelum akan berencana bekerja Keluar Negeri agar menyiapkan Berbagai Administrasi maupun Keahlian-keahlian yang dibutuhkan oleh lapangan pekerjaan dan yang terpenting adalah tidak terbujuk dengan iming gaji besar namun tidak mengikuti prosedur yang benar” himbau Hard Frankly.
Kejadian tersebut diketahui pada hari Selasa (06/06/2023) sore.
Berdasarkan keterangan dari Korban HDT dan saksi-saksi, pada pertengaahan bulan Desember 2022 didatangi oleh pelaku RM dan ditawari untuk bekerja di negara Arab Saudi sebagai Pelayan di sebuah hotel dengan gaji sebesar 7 juta hingga 8 juta Rupiah perbulan Dengan Perjanjian Akan Dipotong Sebesar 3 juta Rupiah Selama 7 Bulan.
3 atau 4 hari kemudian teman
Korban berinisial M dihubungi oleh sepasang suami istri yang tidak dikenalnya bahwa bisa membuat Paspor di kantor Imigrasi Banjarbaru dengan menyiapkan uang sebesar 3,5 juta Rupiah.
Selanjutnya Korban HDT dan 4 orang temannya setuju untuk membuat paspor dengan biaya tersebut, kemudian berangkat ke Banjarbaru pada Selasa (04/02/2023) dari Desa Mahe Pasar , diperjalanan tepatnya di kota Barabai sepasang suami istri yang menghubungi mereka sebelumnya ikut naik ke Banjarbaru.
Pada Selasa (21/02/2023) Korban dikabari oleh pelaku RM bahwa Passpor Korban dan saksi-saksi telah dikirim kepada seseorang berinisial BND yang berada di Jakarta, Korban dan saksi-saksi hanya diberikan foto Paspor yang dikirim melalui Handphone.
Pada Rabu (08/03/2023) Korban dan 4 temannya diberangkatkan oleh pelaku RM menggunakan jasa angkutan travel ditemani anak pelaku RM berinisial NSRN yang tugasnya mengajari Korban dan saksi-saksi saat check in di Bandara Syamsudinoor.