“Apabila ada kasus DBD kami akan melakukan epidemiologi dulu, lalu pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus serta pilihan terakhir yaitu fogging,” ujar Raudah.
Raudah menambahkan kalau ada warga yang mengalami gejala-gejala DBD di antaranya adalah demam, nyeri pada badan, pusing hingga yang paling parah sampai mimisan dan BAB berdarah langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat agar dapat ditindaklanjuti dan jangan sampai didiamkan selama berhari-hari.
Terakhir Raudah mengajak kepada warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan rumah agar selalu bersih tidak ada genangan-genangan air, karena berawal dari genangan air itulah nyamuk akan hidup di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Diketahui dari sebanyak 31 kasus tersebut tersebar di sejumlah desa/kelurahan di Kabupaten Balangan, yaitu di Kelurahan Paringin Kota enam kasus, Kelurahan Batu Piring lima kasus, Kelurahan Paringin Timur empat kasus.
Kemudian Desa Bungin dan Banua Hanyar masing-masing tiga kasus, Desa Tanah Habang Kanan dua kasus, serta Desa Batu Merah, Sirap, Layap, Mangkayahu, Halong, Hauwai, Batumandi dan Sungai awang masing-masing satu kasus. (MC Balangan)
Editor Restu







