WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Polisi terus mendalami motif pengancaman yang dilakukan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang Hasanuddin (APH), kepada warga Muhammadiyah.
APH diduga sudah terlampau lelah ketika berdiskusi mengenai beda waktu Idulfitri.
Faktor kelelahan tersebut pada akhirnya memicu Andi Pangerang melontarkan ancaman terhadap warga Muhammadiyah.
“Motivasinya tadi kami sempat tanyakan kepada yang bersangkutan, bahwa selama ini Pak Thomas (peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin) sering berdiskusi yang fokus daripada pernyataan ini adalah pada saat penetapan Lebaran,” Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Adi Vivid saat jumpa pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (1/5/2023).
Baca juga: Malang Plaza Terbakar! Sejak Dini Hari Hingga Pagi Api Baru Bisa Dikuasai
Adi Vivid menyampaikan, diskusi yang berlangsung saat itu sudah dilakukan berulang kali.







