WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN– Aksi unjuk rasa yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan di depan Gedung DPRD Kalsel, Selasa (12/5/2026), diwarnai kekecewaan massa aksi lantaran Ketua DPRD Kalsel, h. Supian HK, tidak hadir menemui demonstran.
Mahasiswa menilai kehadiran perwakilan anggota dewan belum cukup untuk menjawab berbagai tuntutan yang mereka bawa.
Massa aksi menginginkan dialog langsung dengan pemimpin DPRD agar aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti secara serius.
Koordinator aksi BEM se Kalsel, Muhammad Arifin mengatakan, tuntutan yang dibawa mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan sektor pendidikan, tetapi juga persoalan lain yang terjadi di Kalimantan Selatan.
Karena itu, mereka berharap pimpinan DPRD maupun pihak pemerintah provinsi dapat hadir secara langsung.
“Hari ini isu yang kami bawa bukan cuma pendidikan. Ada banyak persoalan di Kalimantan Selatan yang ingin kami sampaikan. Tapi kami kecewa karena pemimpin yang kami harapkan hadir justru tidak datang,” ujar Arifin.
Dalam aksi tersebut sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dan aparat kepolisian di depan gerbang DPRD Kalsel.
BACA JUGA: Demo di DPRD Kalsel, Mahasiswa Bawa 7 Tuntutan Soal Pendidikan
BACA JUGA: Mahasiswa Kembali Geruduk Kantor DPRD Kalsel Bawa Isu Pendidikan
Saling dorong tak terhindarkan saat massa mencoba mendekat ke area gedung dewan.







