WARTABANJAR.COM - Arus balik Lebaran sudah terjadi sejak 24 April lalu. Sebab cuti bersama lebaran tahun 2023 terhitung mulai tanggal 19 April 2023 sampai tanggal 25 April 2023.

Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali bekerja pada tanggal 26 April 2023. Namun, belum lama ini, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengimbau untuk menghindari puncak arus balik Idul Fitri 1444 H pada 24-25 April 2023 lantaran dikhawatirkan terjadi penumpukan kendaraan yang sulit diurai.

Presiden mengajak untuk menunda jadwal kembali mudik setelah tanggal 26 April 2023.

Bagi masyarakat yang sudah menjadwalkan arus balik, jangan lupa berdoa, memohon kepada Allah swt agar diberikan kelancaran dan keselamatan dalam perjalanan arus balik sampai tujuan, sehingga kembali bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU), Ustadz Alhafiz Kurniawan dalam tulisannya di NU Online: Doa Arus Balik dari Kampung Halaman menjelaskan terkait doa yang dapat dibaca bagi seseorang saat kembali mudik atau arus balik. Doanya sebagai berikut:

آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ، سَاجِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ

Ayibuna, ta'ibun, ‘'abidun, sajidun li rabbina hamidun.

Artinya, "(Kami) kembali, bertobat, menyembah, bersujud, dan memuji Tuhan kami."

Doa di atas dibaca di sepanjang perjalanan arus balik hingga sampai pada tujuan. Ustadz Hafidz Kurniawan kemudian menjelaskan pada tulisannya terkait dasar dari mana doa di atas diambil.

Dalam keterangannya, doa ini didasarkan pada sahabat Anas ra dalam Shahih Bukhari yang dikutip lengkap Imam An-Nawawi berikut ini:

وروينا في "صحيح مسلم" عن أنس رضي الله عنه، قال: أقبلنا مع النبي صلى الله عليه وسلم أنا وأبو طلحة، وصفية رديفته على ناقته، حتى إذا كنا بظهر المدينة قال: "آيبون تائبون عابدون لربنا حامدون"، فلم يزل يقول ذلك حتى قدمنا المدينة

Artinya, "Diriwayatkan kepada kami di Kitab Shahih Muslim dari Sahabat Anas ra, ia berkata bahwa kami, yaitu saya dan Abu Thalhah datang bersama Rasulullah saw, sementara Shafiyyah membonceng pada untanya. Ketika tiba di tepi kota Madinah, Rasulullah saw membaca, 'Ayibuna, ta'ibun, 'abidun, sajidun li rabbina hamidun.’ Rasulullah saw tidak henti membaca lafal itu hingga kami benar-benar tiba di Kota Madinah,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 193).