WARTABANJAR.COM, MAKASSAR - Ernawati, istri seorang polisi atau anggota Bhayangkari, ditangkap dan dinyatakan sebagai tersangka pencemaran nama baik atau ujaran kebencian oleh penyidik Polda Sulawesi Selatan pada Senin (6/3/2023).

Ernawati ditangkap karena membuat video di media sosial dengan hashtag #percumalaporpolisi hingga viral.

Tiga polisi merasa disudutkan dan membuat laporan ke Krimsus.

Video dibuat karena kekecewaan Ernawati atas kematian kakaknya, Kaharuddin.

Narasi video berisikan Kaharuddin meninggal setelah disiksa anggota Polres Sinjai.

Penjelasan polisi, Kaharuddin ditangkap pada 29 Juli 2019 atas dugaan pencurian.

Di tengah jalan, Kaharuddin berusaha kabur dan memukul polisi.

Baca juga: Buru Empat Napi Kabur, Kemenkumham Kalteng Gandeng Polda Hingga Korem

Kaharuddin sudah diberi tiga kali tembakan peringatan, hingga akhirnya polisi menembak lutut Kaharuddin.

Saat di rumah sakit Bhayangkara Polda Sulsel, Kaharuddin dinyatakan meninggal. Polisi juga menyebut keluarga Kaharuddin menolak untuk autopsi.

Direktur Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Helmi Kwarta menuturkan, Ernawati ditangkap di Jakarta karena telah menggaungkan #percumalaporpolisi dalam mencari keadilan atas kematian kakaknya, Kahar yang tewas ditembak polisi.

"Ditangkap di Jakarta saat dia berangkat kesana," kata Direktur Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Helmi Kwarta saat jumpa pers (6/3).

Dia menjelaskan, bahwa kasus penembakan terhadap saudara Ernawati terjadi di Kota Makassar pada 2019 lalu. Saat itu, polisi menembak almarhum Kahar karena disangka akan kabur.

Kendati demikian, Ernawati keberatan dan melaporkan penembakan itu ke Polda Sulsel, Mabes Polri, Ombudsman, LPSK, hingga Kompolnas.

Tak sampai di situ, istri polisi itu juga aktif di media sosial mencari keadilan atas penembakan kakaknya dengan menggaungkan tagar #percumalaporpolisi.

Selain itu, Ernawati juga kerap memposting foto polisi yang diyakini sebagai pelaku penembakan.

"Yang bersangkutan ini sudah sering kali memposting di media sosial dengan menampilkan foto ketiga anggota itu. Tersangka juga sering membuat caption seakan merekalah pembunuhnya dan juga menampilkan tagar #percumalaporpolisi," ungkap Helmy.