Miris, Lansia di Desa Sei Kitano Martapura Hidup Bersama Ponakan Gangguan Mental Jadi Korban Banjir
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Miris, begitulah melihat kehidupan Nenek Kemah, lansia berumur 75 tahun, yang tinggal di Desa Sei Kitano, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar.
Nenek renta ini, tinggal di gubuknya hanya berdua dengan keponakan yang mengalami keterbelakangan mental.
Mirisnya lagi, kawasan rumah Nenek Kemah termasuk yang mengalami kebanjiran.
Pemkab Banjar melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) melakukan kunjungan ke rumah Nenek Kemah.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi di Banjarbaru, Wali Kota Aditya Wanti-wanti Warganya
Rumah yang ditempati Nenek Kemah sering kebanjiran di Desa Sungai Kitano Kecamatan Martapura Timur, Kamis (23/2/2023).
Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar diwakilkan oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial, H Aswadi, bersama tim didampingi Pambakal desa Sungai Kitano meninjau sekaligus silaturahim dengan korban.
“Nama beliau nenek Kemah usia kurang lebih 75 tahun, beliau hidup berdua dengan keponakan yang mengalami gangguan kesehatan mental," ucap Pambakal.
Dalam kunjungan tersebut, diserahkan bantuan sosial kedaruratan berupa paket sembako minyak goreng, mie instan, ikan kaleng, susu kaleng, kecap, teh, gula pasir dan kue kering kepada korban.
Diinformasikan juga kepada pihak desa terkait hal-hal yang perlu untuk diajukan untuk yang bersangkutan dan untuk keponakan beliau yang kurang sehat mental.
“Agar kiranya persyaratan permohonan seperti surat permohonan, fotocopy KTP, Kartu Keluarga dan lainnya agar pemerintah desa dapat segera menindaklanjuti hal tersebut. Selain itu, kunjungan ini juga sebagai wujud kepedulian pemerintah dan untuk memberikan dukungan moril serta semangat kepada korban bencana banjir yang lanjut usia," ungkap Aswadi. (bjr/mc)
Editor: Erna Djedi