“Walaupun tanggalnya masih 2024 tapi persiapannya harus kami lakukan dari sekarang, persiapan pemindahan bagaimana kita memindahkan ASN, TNI/POLRI dalam beberapa tahapan bahkan penyelenggaraan Pemerintha harus kami pikirkan dari sekarang,” ujarnya.
Menurutnya, pada paruh pertama 2024 ketika Presiden mengeluarkan Keppres tersebut, maka pelayanan publik paling tidak bisa berjalan dengan baik. Oleh karena itu persiapan IKN harus dipersiapkan sedini mungkin.
Sebelumnya, sebanyak 142 investor dari dalam dan luar negeri tertarik untuk berinvestasi dalam proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan 90 investor yang menyatakan keseriusannya melalui Letter of Interest (LOI).
“Kami menerima cukup banyak pernyataan minat atau letter of interest yang hingga minggu lalu jumlahnya 142.”
Dari 142 itu sekitar 90 kami mengkategorikan
sebagai pihak-pihak yang serius, ungkap Kepala Otorita IKN Bambang Susantono.
Lebih lanjut, Kepala Otorita IKN menjelaskan bahwa
minat investasi yang masuk akan ditindaklanjuti dengan berbagai skema investasi seperti Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) ataupun yang lainnya.(aqu/rls)
Editor Restu







