WARTABANJAR.COM, TUBAN - Knalpot brong menjadi salah satu sasaran jajaran kepolisian dalam melakukan razia atau operasi ketertiban lalu lintas.

Pasalnya, knalpot ini bersuara bising sehingga mengganggu pengguna jalan lainnya.

Pengendara yang mengguna knalpot brong sering dicegat petugas Satlantas. Knalpotnya kemudian dicopot dan disita.

Knalpot brong itu kemudian dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan gerinda.

Namun ternyata tidak demikian dengan Satlantas Polres Tuban, Polda Jawa Timur.

Ratusan knalpot itu dibentuk sedemikian rupa menjadi patung kuda.

Kasatlantas Polres Tuban AKP Arum Inambala menyampaikan patung kuda tersebut bukan pertama kalinya dibuat.

Sebelumnya, kata perwira Polwan ini, satuannya sudah membentuk patung kuda dengan ukuran 1 meter alias kecil.

Kasatlantas Polres Tuban AKP Arum Inambala mersemikan patug kuda dari knalpot brong. (Ist)

Namun setelah melakukan banyak penindakan knalpot brong sejak 2021 lalu, pihaknya kembali merevitalisasi patung kuda menjadi lebih besar.

Ia menuturkan jika patung kuda yang kali ini terlihat besar, sudah menggunakan lebih dari 300 knalpot brong hasil sitaan yang dijadikan karya seni itu.

“Sebenarnya patung kuda sudah ada sejak tahun 2021, namun dalam versi lebih kecil, di tahun 2022 hasil penindakan kita bertambah untuk knalpot brong, akhirnya kita buat kembali patung yang awalnya hanya setinggi 1 meter menjadi 3 meter,” ucap Arum.

Arum menjelaskan, sejak awal dibuatnya patung kuda dari knalpot brong tersebut, sudah mendapat lampu hijau dari Pemkab Tabun.

Sementara letak patung kuda dari knalpot brong tersebut dapat dilihat di Taman Sleko, Tuban.

“Alhamdulillah kita diberikan oleh Pemkab tempat di Taman Sleko ini sebagai sarana edukasi kepada masyarakat bahwa menggunakan knalpot brong itu merupakan bentuk pelanggaran,” imbuhnya.

Tak hanya itu, ternyata patung kuda jingkrak memiliki filosofi. Arum mengatakan, kuda merupakan hewan ikonik masyarakat Tuban.

Selain itu, kuda juga merupakan hewan tunggangan Adipati Tuban Raden Haryo Ronggolawe.

“Sebenarnya ini sama dengan ciri khas masyarakat Tuban. Ini adalah patung kuda di mana kuda merupakan tunggangan Adipati Ronggolawe,” terangnya.