Jelang Dua Tahun Kepemimpinan H Saidi Mansyur dan Said Idrus Al Habsyi, Majukan Kabupaten Banjar (2-Habis)
Guna meningkatkan kinerja irigasi dengan mendukung kenaikan produktifitas pertanian telah dilakukan pemeliharan jaringan irigasi sepanjang 144.468 m (2021-2022), melalui kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi.
Kesehatan
Angka stunting di Kabupaten Banjar semasa kepemimpinan H Saidi Mansyur dan Habib Idrus Al Habsyi menurun. Berdasarkan data e-PPGBM yang dihimpun per November 2022, angka stunting di Kabupaten Banjar sebesar 17,78 persen, turun 0,13 persen dari angka 17,91 persen pada tahun 2021.
Melalui dinas kesehatan Banjar, dalam menurunkan angka prevalensi stunting tersebut, kegiatan difokuskan pada intervensi spesifik dan intervensi sensitif.
Program penurunan stunting yang dilaksanakan yaitu dengan menetapkan 45 lokasi fokus penanganan stunting, peningkatan gizi masyarakat, meningkatkan status gizi anak, pemberian tablet tambah darah (TTD), pengawasan keamanan pangan, pencapaian target konsumsi pangan per kapita, gerakan gemar makan Ikan, pembangunan infrastruktur air minum dan sanitasi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.
Juga dilakukan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni, peningkatan kerjasama antar kader desa, baik KPM, TPK, Kader Posyandu, Bidan, Penyuluh KB dan lainnya.
Dilakukan juga operasi bulan timbang untuk meningkatkan jumlah balita yang dilakukan pengukuran dan penimbangan. Bagi yang tidak datang ke posyandu maka petugas memberikan layanan home care ke rumah masing-masing.
Memperluas jaminan kesehatan masyarakat miskin, terdapat program Penerima Bantuan Iuran (PBI) dengan jumlah 50.414 Jiwa yang bersumber dari APBD dan 127.571 Jiwa dari APBN dengan cakupan kepesertaan jaminan Kesehatan 69.46 persen.
Pendidikan
Pendidikan
Sektor ini menjadi salah satu prioritas dan termaktub dalam visi misi pembangunan Bupati dan Wakil Bupati Banjar.
H Saidi Mansyur dan Said Idrus Al-Habsyi meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik melalui sertifikasi guru dan memberikan insentif bagi tenaga pendidik non formal. Para guru agama di Kabupaten Banjar juga mendapat perhatian lebih.
Diantaranya meningkatkan kesejahteraan guru agama melalui insentif BKPRMI dan Lembaga masyarakat lainnya.
Pemerintah Kabupaten Banjar juga memberikan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak didik miskin, seperti alat tulis dan tas sekolah.