Ia berharap, dengan film berjudul Jendela Seribu Sungai ini menjadi film yang berkualitas, yang sarat dengan pesan-pesan moral untuk membangkitkan kemampuan dan kehebatan seni budaya dan potensi yang ada di Kota banjarmasin dan Kalsel.

“Satu pesan pesan moral di dalam film ini adalah anak anak kita yang punya kemampuan, kehebatan seni budaya serta potensi seribu sungai kita, sehingga anak kampung biasa, anak sungai bisa mengangkat daerahnya,’ ujar H Ibnu Sina.

Pembuatan film layar lebar Jendela Seribu Sungai terinspirasi dari sebuah novel karangan Miranda Seftiana dan Avesina.

Kedua penulis novel fiksi ini merupakan putra daerah Kalsel.

Novel yang memiliki sub judul Ketika Mimpi Menyentuh jendela Sungai membawanya Menjadi Nyata tersebut diterbitkan sekira tahun 2019 lalu dan dilaunching oleh Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina.

Selain di kawasan kelurahan Pangambangan, lokasi pengambilan gambar untuk adegan dalam film terjuga dilakukan di kawasan Loksado.

Adapun para pemain yang terlibat langsung dalam pembuatan filim tersebut diantaranya Agla Arta Lidia (Bu Guru Sheila), Bimasena (Arian), Sheryl Drisanna (Bunga), Halisa Naura (Kejora) Mathias Muchus (Awat), Ariyo Wahab (Abah Arian), Baim (Damang Isman), Olla Ramlan (Uma Arian), lan Kasela (Cameo), Ajil Ditto (Arian Dewasa) Bopak Costello (Daim) Elma Istiana (Mama Bunga) .

Ditargetkan film tersebut akan selesai Desember mendatang dan akan diputar di bioskop-bioskop di Indonesia pada pertengah tahun 2023. (edj/hms)

Editor: Erna Djedi