WARTABANJAR.COM - Video penampakan kereta cepat Jakarta - Bandung viral di media sosial.

Kereta cepat Jakarta - Bandung bahkan disebut mirip dengan kereta cepat Jepang, Shinkansen.

Bentuk moncong di bagian depan dengan model kendaraan modern serta paduan warna jingga putih.

Dilansir akun instagram infojawabarat, kereta cepat itu merupakan model CR400AF, yang merupakan hasil pengembangan tipe CRH380A.

"Melihat lebih dekat, penampakan Kereta Cepat Jakarta - Bandung yang menggunakan kereta cepat generasi terbaru, CR400AF, yang merupakan hasil pengembangan tipe CRH380A.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, hingga saat ini, total progres proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sudah mencapai 88,8 persen.

Adapun progres konstruksi KCJB mencapai 78,80 persen dan progres investasinya mencapai 89,33
persen.

"Progres sudah mencapai 88,8 persen secara keseluruhan, kata Jokowi saat meninjau Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Stasiun Tegalluar, Kabupaten Bandung, Kamis (13/10/2022)."

Sontak video tersebut banyak ditanggapi warganet.

dewikawai.but** "Udah mirip shinkansen
dulu dijepang naik gini yg naik pesawat
1 jam naik shinkansen 2,5 jam skr ada yg
lebih cepat lagi."

sonynurhadi** "Keren, semoga durasi
perjalanan Jakarta-Bandung bisa seperti
jalan ke toilet."

yogiesm** "Yang bacot nyinyir bilang proyek
mangkrak utang utang mele burut sia Mun
naik,.."

Dilansir CNBC, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) bakal memberikan perubahan pola hidup masyarakat.

Menurut dia, akan banyak masyarakat yang melakukan perjalanan pulang pergi dari Jakarta-Bandung.

"Jadi saya yakin ada peralihan perilaku konsumen, bener-bener shifting ini. Dari antarkota menjadi perjalanan commuting (perjalanan pulang pergi)," katanya kepada wartawan di Tegalluar, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022).

Menurut Dwiyana, perjalanan dari Jakarta menuju Bandung begitu juga sebaliknya dapat ditempuh dalam kurun waktu tidak lebih dari satu jam. Sehingga banyak orang yang tinggal daerah Bandung, bekerja di Jakarta.

"Bayangkan sarapan di Bandung lalu jam 9 sudah di Jakarta. Kalau sekarang PP (pulang-pergi) capek. Nanti bisa bolak-balik, sehingga orang kerja di Jakarta rumah di Bandung bisa tiap hari pulang-pergi," katanya.(aqu)