Istri Panglima TNI, Hetty Andika Perkasa Ajak Masyarakat Jadi Akseptor KB di Roadshow Kalsel
“Jadi ada istilahnya it’s a match. Kita itu harus cocok harus matching. Jadi jika Ibu Ketua Umum Dharma Pertiwi (Hetty Andika Perkasa) beri contoh anak-anak sudah tiga, KB-nya kemudian steril itu cocok,” tutur Hasto.
Hasto juga menjelaskan, sesuai dengan tema BKKBN mensosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat terkait manfaat ber-KB, terutama KB pascapersalinan.
“Sehingga kita menggerakan seluruh lapisan masyarakat kalau mereka habis melahirkan maka KB pasca persalinan kita gerakkan,” kata Hasto.
Hasto juga mengajak keluarga Indonesia dapat mencontoh dan mengikuti apa yang disampaikan Ketua Umum Dharma Pertiwi terkait perencanaan keluarga yang matang dengan menggunakan kontrasepsi.
“Dengan kontrasepsi, Ibu Ketua Umum Dharma Pertiwi memberikan contoh yang luar biasa. Mudah-mudahan keluarga muda di Indonesia yang betul-betul masih harus merencanakan keluarganya bisa mencontohlah kepada ibu Ketua umum Dharma Pertiwi,” ungkap Hasto.
Selain itu Hasto juga memaparkan bahwa kontrasepsi memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan stunting.
“Spacing (jarak kelahiran) itu sangat erat dengan stunting. Jadi birth to birth interval pregnancy to pregnancy interval, jarak antara kehamilan, jarak antara persalinan ini apabila lebih dari tiga tahun, maka insya Allah tidak stunting,” jelas Hasto.
Penyelenggaraan pelayanan KB ini serentak di seluruh Indonesia, pada perayaan Hari Kontrasepsi Dunia. (est)
Editor Restu