Sementara itu, Wiljan Pluim adalah sosok sentral yang menghidupkan penyerangan PSM Makassar selama enam musim terakhir. Selepas didatangkan dari tim Binh Duong FC pada tahun 2016 silam, ia menjelma menjadi pemain kunci skuad Juku Eja.
Secara statistik, gelandang serang asal Belanda itu telah mencatat total 138 penampilan, 37 gol, dan 39 assists selama membela PSM Makassar. Hal tersebut tentu mengindikasikan bahwa Pluim patut diwaspadai.
Pada laga perdana PSM Makassar melawan PSS Sleman (23/7) sendiri, Pluim sukses membawa timnya menang berkat dua golnya. Skuad Juku Eja pun mampu mengakhiri laga dengan skor 2-1 atas Super Elja.
Namun, Brwa Nouri tidak menjadikan pemain bernomor punggung 80 itu sebagai satu-satunya pemain yang ia waspadai besok. Sebab, baginya PSM Makassar masih memiliki pemain lain yang sama berbahayanya seperti Pluim.
“Tidak ada persiapan khusus untuk menjaga dia (Wiljan Pluim), tapi yang saya tahu Pluim adalah salah satu pemain terbaik di Liga 1 dan saya sangat menghormati dia. Namun, kami lebih fokus kepada tim sendiri dan berusaha memenangkan pertandingan ini. Kami juga menghormati lawan, bukan hanya Pluim, tetapi semua pemain,” jelas Nouri.
Lebih lanjut, pemilik nomor punggung enam ini pun bertekad untuk menampilkan yang terbaik besok. Sebab, Nouri tahu bahwa setiap kali Bali United menghadapi PSM Makassar selalu mengalami kesulitan tersendiri.
Berdasarkan catatan pertemuan sendiri, dari sepuluh laga sejak tahun 2016, skuad Juku Eja lebih unggul dengan enam kemenangan. Sedangkan Serdadu Tridatu baru menang tiga kali.







