Kronologi Penangkapan Pelaku Arisan Bodong Banjarmasin di Kota Malang, SF Mengaku Istri Jenderal Kerugian Korban Lebih dari Rp 1,7 M
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Heboh bandar arisan bodong SF mengaku istri jendral telah diamankan polisi di Kota Malang, Jawa Timur.
SF (42) diketahui adalah warga Jalan Darma Praja Darma Bakti VE No. 34, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin.
Belakangan ini SF diketahui adalah seorang selebgram di Banjarmasin dan dipandang sebagai isteri dari seorang jendral.
Hal itu rupanya dimanfaatkan pelaku untuk membuat group WhatsApp arisan online dan mengajak orang-orang yang dikenalnya untuk mengikuti arisan online yang dibuat oleh pelaku.
Selanjutnya terjadi kesepakatan antara pelaku dan para korban dengan membayar setiap orang per bulannya sekitar Rp.5.000.000-Rp.25.000.000.
Mengutip Instagram Resmob Macan Kalsel, Sabtu (23/7/2022), seiring berjalannya waktu, para korban mulai curiga karena nama-nama yang dipilih (diundi atau keluar dalam kocokan) bukan anggota yang mengikuti arisan tersebut.
Saat itu nama yang keluar dalam undian tersebut bernama PA (saksi), menjelaskan kepada para korban bahwa nama dan rekeningnya telah dipakai oleh pelaku untuk didaftarkan dalam arisan online tersebut.
Merasa ditipu oleh pelaku, selanjutnya para korban melaporkan kejadian tersebut ke kantor Ditreskrimum Polda Kalsel untuk ditindaklanjuti.
Akibat dari kejadian tersebut para korban menderita kerugian sekitar Rp.1.796.000.000.
Karena adanya laporan kejadian tersebut, Unit II Subdit I Ditreskrimum Polda Kalsel berkoordinasi dengan Team Resmob Macan Kalsel mencari dan mengejar pelaku di tempat persembunyiannya.
Selanjutnya tim gabungan yang dipimpin AKP Kristian Sapari Nugroho dan IPTU Joni Arif, S.H mendapatkan informasi bahwa pelaku sedang bersembunyi di sebuah apartemen di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.
Tim gabungan pun berkoordinasi dengan Resmob Polresta Malang Kota dan didampingi polwan untuk mengamankan pelaku.
Pelaku berhasil diamankan di salah satu kamar lantai 10 Apartemen Soeta, Kota Malang, Jawa Timur.
Kepada polisi, pelaku SF mengaku tidak benar suaminya jenderal polisi atau TNI.