“Sensus lanjutan itu dilakukan karena dulu tahun 2020 sudah ada sensus penduduk, ini lanjutan untuk di sample, jadi samplenya di seluruh Indonesia itu ada 4,3 juta rumah tangga, termasuk di dalamnya di Kota Banjarbaru ini,” tuturnya.
Kemudian sensus lanjutan 2020 tersebut menghasilkan indikator – indikator yang akan dilakukan proyeksi penduduk sampai tahun 2050.
“Itu akan menghasilkan indikator – indikator kependudukan, dan indikator – indikator demografi, salah satunya adalah nanti untuk melakukan proyeksi penduduk sampai 2050,” ucap Pak Atqo kepada awak media.
Pak Atqo juga meminta kepada awak media untuk menyebarluaskan kepada masyarakat yang terkena sample sensus penduduk, agar membantu petugas yang melakukan sensus, dengan memberikan jawaban dengan benar.
“Mohon dukungan disebarkan yang terkena sample, untuk membantu memberikan jawaban dari pertanyaan pertanyaan yang dilakukan oleh petugas dengan benar,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono mengharapakan dengan diresmikannya kantor baru ini, bisa memacu semangat para pegawai BPS Kota Banjarbaru.
“Mudah – mudahan dengan diresmikannya kantor baru ini, menjadikan semangat baru tentunya bagi para pegawai BPS ini,” ujarnya.
Kemudian Wawali Wartono juga menyampaikan, dengan koordinasi yang bagus dengan Pemko Banjarbaru, diharapkan BPS Kota Banjarbaru bisa menyajikan data – data yang tepat dan akurat, sehingga bisa dijadikan sebagai acuan pembangunan Pemerintah Kota Banjarbaru.







