Tindakan Turki jelas memicu kemarahan Saudi. Sebagai respons, Saudi memboikot impor utama Turki.
Akan tetapi, hubungan perdagangan kedua negara berangsur membaik. Erdogan pun sempat menyebut bakal mengunjungi Saudi.
Tak hanya itu, pengadilan Istanbul malah menghentikan persidangan in absentia terhadap 26 tersangka pembunuhan Khashoggi. Kasus Khashoggi kemudian ditransfer ke Riyadh.
Sementara itu, analis politik Saudi Ali Shihabi berkata pertemuan Erdogan dan Pangeran Mohammed seolah jadi kemenangan Saudi.
Meski Erdogan terlihat seperti ‘pengemis’, kerja sama ini nantinya menguntungkan kedua negara.
“(Turki) membutuhkan arus perdagangan dan pariwisata dari Saudi, dan Saudi lebih suka dia ‘berpihak’ dalam berbagai masalah regional dan mungkin terbuka untuk membeli senjata dari Turki,” katanya. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







