6. Teh hijau
Teh hijau adalah minuman yang kaya akan katekin tinggi yaitu sejenis antioksidan alami untuk meningkatkan metabolisme dalam membakar lemak.
Selain katekin, teh hijau mempunyai kafein dengan manfaat sama bagi metabolisme.
Asalkan cara mengonsumsinya tidak dengan tambahan gula karena berisiko menambah kalori.
7. Susu rendah lemak
Susu rendah lemak atau low fat milk memang diformulasikan dengan kadar lemak lebih sedikit sekitar 1-2 persen daripada susu lainnya.
Minuman susu rendah lemak ini dikhususkan bagi orang-orang yang sedang diet supaya tetap memperoleh lemak sehat atau tidak jenuh serta tercukupi kebutuhan kalsiumnya tanpa khawatir naik berat badan.
8. Kopi
Menurut hasil penelitian, kafein pada kopi terbukti memaksimalkan kerja metabolisme tubuh dan mempercepat pembakaran lemak.
Tapi, kopi yang dimaksud ini bukan dengan campuran pemanis berlebih, susu, krimer atau lainnya, melainkan seduhan kopi hitam murni yang hanya memakai air panas.
9. Air putih
Air putih merupakan minuman paling sederhana dengan berbagai manfaat baik bagi kesehatan yang diklaim nol kalori.
Minum lebih banyak air putih sebelum makan dapat meningkatkan rasa kenyang karena mengikat kalori, sehingga Anda jadi makan lebih sedikit.
10. Jus buah
Jus buah yang terbuat dari jeruk, melon, tomat, apel, semangka, stroberi, memiliki jumlah kalori lebih sedikit tapi kaya akan air dan serat.
Minum jus buah selama diet, sebaiknya tidak diberi tambahan gula karena berisiko menambah kalori.
11. Jus sayuran
Sayuran hijau seperti bayam, kale, wortel, tomat, brokoli, juga bisa diminum saat diet menjadi smoothie.
Tingginya kandungan serat pada sayuran tersebut cukup efektif memberi rasa kenyang lebih lama. Tapi pastikan Anda mengolahnya secara murni tanpa tambahan perasa lain.
12. Teh jahe
Teh jahe termasuk minuman pembakar lemak sekaligus bisa meredakan gejala flu, mual, serta nyeri badan.
Menambahkan jahe dalam seduhan teh bermanfaat kurangi nafsu makan dan meningkatkan pembakaran kalori karena gingerol pada jahe berfungsi memaksimalkan metabolisme. (berbagai sumber)
Editor: Yayu Fathilal







