“Ini perlu kita berikan edukasi kepada pasangan muda agar nantinya anak yang dilahirkan tidak stunting,” tuturnya.

Selain itu, BKKBN Kalsel telah membentuk 3.072 tim pendamping keluarga yang akan bertugas mendampingi keluarga yang melahirkan anak beresiko stunting, calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan, dan balita di bawah 2 tahun.

“Jadi tugasnya untuk mendeteksi lebih dini faktor utama stunting, melakukan pendampingan dan survailens pada ibu hamil, ibu menyusui dan balita di bawah 2 tahun,” pungkasnya. (edj/mc)

Editor: Erna Djedi