Pascapenetapan Kota Banjarbaru PPKM ke Level 3, Wawali Instruksikan Ini
“Kami Polres Banjarbaru sudah melakukan inovasi yaitu razia vaksin yang telah diikuti oleh Polres lainnya. Karena himbauan vaksinasi saja dirasa tidak cukup supaya masyarakat sadar akan pentingnya vaksinasi ini,” ujarnya.
Terkait penetapan Kota Banjarbaru dengan status PPKM Level 3, Kapolres berharap semua pihak bisa bersinergi, saling support, kompak, dan bersama-sama melakukan sosialisasi, jangan sampai ketika jam 11 malam masih ada cafe yang buka.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Lia Astuti SSTP MM, dalam rapat menyampaikan capaian vaksinasi anak usia 6 hingga 11 tahun sudah mencapai angka di atas 70 persen.
Kemudian Disdik Kota Banjarbaru juga sudah mengirim surat ke Kementerian Agama Kota Banjarbaru, agar segera melaksanakan vaksinasi kepada siswa di Pesantren.
Lia juga menyiapkan surat edaran kepada sekolah-sekolah agar menyelenggarakan PTM terbatas 50 persen.
Apabila di sekolah yang terpapar kurang dari 5 persen, maka akan diliburkan dan melaksanakan pembelajaran secara daring selama liam hari.
Apabila di sekolah yang terpapar lebih dari 5 persen maka akan diliburkan dan melaksanakan pembelajaran secara daring selama 12 hari.
Hal tersebut mengacu pada SKB 4 menteri, yang dimana kegiatan ekskul juga ditiadakan.
Dalam kesempatan lainnya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Abu Yazid Bustami, menyampaikan situasi kasus Covid-19 di Kota Banjarbaru saat ini.
Yakni untuk jumlah kasus yang terpapar saat ini sebanyak 286 orang yang terkonfirmasi positif, sedangkan pasien yang dirawat di Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru sebanyak 62 orang. Dan untuk kematian dari Bulan Januari 2022 sebanyak 7 orang.
Abu Yazid Bustami juga menyampaikan capaian vaksinasi Kota Banjarbaru saat ini untuk anak 72% dan untuk lansia 64%. Logistik vaksin untuk anak dosis ke-1 diperhitungkan sudah mencukupi.
Namun harus bertahap mengambil vaksin ke Provinsi, dikarenakan harus memperhitungkan masa experid vaksin dengan jumlah sasaran yang ada.
Untuk upaya antisipasi, Dinkes sudah melakukan koordinasi dengan Rumah Sakit Idaman maupun Swasta untuk memperhitungkan jumlah Tenaga Kesehatan (Nakes), ketersediaan obat, bed, dan kelengkapan lainnya agar bisa mengatasi lonjakan pasien covid-19.