WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Varian baru virus Corona, Omicron dipastikan menjangkit warga Banjarmasin, Kalsel.

Dinas Kesehatan Kota Banjarmasi memastikan ada tiga kasus Omicron ditemukan di Kota Banjarmasin.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, dari tujuh belas sampel yang dikirim ke Jakarta, ada sembilan dari tujuh belas sampel yang positif Omicron.

"Dari 9 sample yang positif itu, ada 3 di antaranya yang berasal dari Kota Banjarmasin," ujar Machli, Selasa (8/8/2022).

"Dua dirawat dirumah sakit sejak awal, namun saat ini sudah pulang, dan yang satunya isolasi mandiri," terangnya.

Diketahui, untuk gejala omicron sendiri itu adalah sakit kepala, sakit tenggerokan, flu, filek, dan disertai sakit kepala yang cukup hebat.

Proses kesembuhannya cenderung lebih cepat, karena untuk varian ini dan relatif tidak begitu berbahaya.

"Terlebih lagi untuk orang yang sudah bervaksin," ucap Machli.

Oleh sebab itu, Machli mengimbau kepada masyarakat yang belum bervaksin, agar bisa segera mengituti vaksinasi, agar immun bisa lebih kuat.

"Selain itu, bagi yang baru 1 kali menjalani vaksinasi, agar segera mmelengkapi vaksin untuk yang kedua kalinya," kata Machli.

Pasalnya, untuk orang yang hanya mengikuti vaksinasi pertama saja, antibodi atau kekebalan tubuhnya, masih belum terbentuk sepenuhnya.

"Antibodi baru terbentuk setelah 28 hari sejak menjalani vaksin kedua," ucapnya.

"Dan untuk yang sudah menjalani lebih dari 6 bukan dari vaksin yang kedua, kita harapkan bisa mengikuti vaksin booster. Sehingga dengan demikian kita bisa membentuk kekebalan masyarakat, jadi kita bisa melindungi para lansia dan juga orang-orang yang rentan terpapar virus Covid-19, " lanjutnya.

Dari ketiga orang yang positif omicron tersebut, diketahui kalau dari hasil pemerikaan selama 14 hari kebelakang, kalau ketiga orang tersebut, tidak melaksanan perjalanan keluar kota.

"Jadi dapat kita simpulkan dari ketiga orang yang terpapar omnicron tersebut, hasil penularan secara tansmisi lokal," beber Machli.

"Oleh sebab itu, kita harus lebih waspada lagi terhadap penyebaran virus tersebut," pungkasnya. (Qyu)

Editor Restu