Arteria Dahlan Kian Dikecam Terkait Kasus Bahasa Sunda, Usai Laporan ke MKD Kini Aksi Debus dan Pencak Silat
Atraksi debus bentuk kecaman terhadap Arteria Dahlan digelar kemarin, Kamis (27/1/2022) siang di depan gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta.
Atraksi debus tersebut digelar Aliansi Komunitas Budaya Jawa Barat.
Ada dua orang mengenakan pakaian warna hitam dan atribut khas Sunda.
Atraksi pertama menggunakan air keras.
Seorang peserta atraksi terlihat menyiramkan air keras ke tangannya.
Air keras nampak tak berefek sedikit pun.
Atraksi debus tersebut tak hanya menggunakan air keras.
Peserta atraksi juga memadamkan api dengan mulutnya.
Aksi debus tersebut bertujuan untuk memperlihatkan bahwa masyarakat Sunda tidak takut terhadap apa pun, serta ingin menunjukkan bahwa masyarakat Sunda adalah masyarakat yang kuat.
Aksi itu juga diiringi musik khas Sunda.
Selain atraksi debus, massa melakukan aksi pencak silat.
Selain melakukan aksi debus, massa aksi terlihat membentangkan spanduk bertulisan 'Pecat dan Proses Hukum Arteria Dahlan'.
Massa mendesak Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memecat anggota Komisi III DPR itu apabila tetap ingin mendapat suara dari Jabar.
Arteria pun sudah minta maaf.
Kecaman terhadap Arteria Dahlan muncul lantaran yang bersangkutan meminta agar kajati yang berbicara memakai bahasa Sunda diganti.
Arteria sebetulnya sudah meminta maaf atas pernyataan yang disampaikan.
Arteria juga sudah meminta maaf.
Anggota DPR dapil Jawa Timur VI itu menekankan bahwa pernyataannya soal bahasa Sunda tidak bermaksud rasis.
"Intinya, saya mohon maaf dan kemudian pernyataan atau pertanyaan yang mungkin membuat gaduh ini murni dari saya pribadi selaku anggota DPR dalam menjalankan tugas pengawasan. Tidak ada kaitan dengan fraksi atau partai kami, dan pastinya tidak ada maksud untuk rasis atau merendahkan bahasa atau suku Sunda," paparnya dalam konferensi pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/1/2022).
PDIP juga sudah merespons berbagai kecaman terhadap Arteria, termasuk soal desakan pemecatan.