Kafarat Bagi Orang yang Meninggalkan Shalat Jumat Tanpa Uzur

Kafarat (denda) bersedekah ini menurut sebagian ulama juga berlaku untuk setiap setiap perbuatan kemaksiatan, semisal menggunjing, berkata bohong dan lain-lain.

Syekh al-Qalyubi mengatakan:

“Cabangan permasalahan. Al-Imam al-Nawawi berkata dalam kitab al-Majmu’, barang siapa meninggalkan Jumat tanpa uzur, disunahkan baginya bersedekah satu atau separuh dinar. Sebagian ulama memberlakukan umum anjuran ini dalam setiap perbuatan maksiat.” (Syekh al-Qalyubi, Hasyiyah al-Qalyubi ‘ala al-Mahalli, juz 2, hal. 9)

Demikianlah penjelasan mengenai kafarat meninggalkan Jumat tanpa uzur. Semoga bermanfaat. Semoga kita diberi kekuatan untuk istiqamah melaksanakan Jumat. Wallahu a’lam. (*)

Sumber: NU Online
Editor: Erna Djedi