WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Warga Kalimantan Selatan heboh dengan tayangan kanal YouTube milik KPK RI.
Di kanal tersebut menyebutkan akan ada konferensi pers terkait penahanan tersanga perkara HSU (Kabupaten Hulu Sungai Utara).
Rencana konferensi pers tersebut akan dilakukan live di kanal YouTube KPK RI, Kamis (18/11/2021) pukul 19.15 WIB.
Pengumuman lewat kanal YouTube KPK ini pun menimbulkan berbagai spekulasi dengan mengaitkan dengan pemeriksaan yang dilakukan hari ini di terhadap 10 saksi.
Dari 10 saksi tersebut, tidak tercantum nama Bupati HSU, Abdul Wahid.
Hal ini menimbulkan dugaan sang bupati sudah berstatus tersangka.
Bahkan kabar tentang status Bupati HSU ini dilansir salah satu media online nasional RMol.
RMol menulis bahwa Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan (Kalsel), Abdul Wahid HK dikabarkan akan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten HSU Kalsel tahun 2021-2022.
“Penahanan tersebut dilakukan lantaran Abdul Wahid diduga telah ditetapkan sebagai tersangka baru dalam perkara ini,” tulis RMol.
Belum diketahui persis kebenaran rumor ini. Sampai saat ini wartabanjar.com masih menunggu konferensi pers KPK malam ini, apakah benar Bupati Abdul Wahid yang akan ditahan.

Diberitakan sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati mengatakan, hari ini, Kamis (18/11/2021), penyidik memanggil 10 orang sebagai saksi.
“Pemeriksaan dilakukan di Polres Hulu Sungai Utara,” ujar Ipi kepada wartawan, Kamis siang (18/11).
Saksi-saksi yang dipanggil yaitu, Agus Susiawanto selaku mantan Kadis PUPRP Kabupaten HSU; Abdraham Radi selaku Kasi Jembatan Dinas PUPR Kabupaten HSU; Marwoto selaku Kasi Jembatan Dinas PUPRP Kabupaten HSU; Abdul Latif selaku mantan ajudan Bupati HSU yang juga Staf Kelurahan Murung Sari.
Selanjutnya, Lisa Arianti selaku Kasi Jalan Binamarga Dinas PUPRP yang juga istri kontraktor besar Muhammad Zakir; Mujib Rianto dari CV Jangan Lupa Bahagia; Taufikurahman alias Haji Upik selaku Sekretaris Pengelolaan Pajak dan Retribusi Kabupaten HSU.
Kemudian, Iqbal Husaini selaku ajudan Bupati HSU; Muhammad Taufik selaku Sekretaris Daerah Kabupaten HSU; dan Syaifulah selaku Kabag Pembangunan 2019 Kabupaten HSU.







