WARTABANJAR.COM, BATULICIN – Menerapkan tiga fungsi Puskesmas, diantaranya pemberdayaan masyarakat melalui kader posyandu, sekitar 350 kader posyandu mengikuti Jambore Posyandu tingkat Kabupaten Tanah Bumbu.

Para peserta itu merupakan utusan dari masing-masing kecamatan yang mengirim enam grup perwakilannya untuk mengikuti lomba. Adapun kategori yang diperlombakan, lomba Pembuatan PMT, lomba pengisian KMS, lomba cerdas cermat, lomba Penyuluhan, lomba Yel-yel dan lomba penimbangan bayi.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Tanah Bumbu menggelar kegiatan tersebut di Gedung Mahligai Bersujud, Rabu (4/11/2021) kemarin.

Kader posyandu memberikan pemahaman konsep kepada masyarakat yang mengarah ke paradigma sehat di Puskesmas, yang mana peran Puskesmas tidak hanya untuk berobat saja. Melainkan, untuk berbagai kegiatan diantaranya, konsultasi mengenai gizi, sanitasi, kesehatan reproduksi remaja hingga untuk kegiatan lomba jambore kader posyandu.

Panitia lomba kader posyandu dr Decky Atmaja mengatakan, dengan mengikuti lomba ini bisa menambah pengalaman dan memacu semangatnya untuk membantu masyarakat dalam layanan kesehatan, khususnya bagi balita, ibu hamil, menyusui dan pengunjung posyandu.

Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Bumbu Hj. Wahyu Windarti menyampaikan bahwa kader posyandu merupakan salah satu yang memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan pelaksana pendaftaran, penimbangan, pencatatan, melakukan penyuluhan, serta penggerakan sasaran posyandu.

Kader posyandu juga merupakan ujung tombak keberhasilan pelaksanaan posyandu.

Menurutnya, keberhasilan posyandu sebagai wahana alih informasi dan olah keterampilan bergantung pada kinerja masyarakat ,terutama kadernya.

Hal tersebut ditunjang dengan sarana yang digunakan serta petugas kesehatan sebagai pengelola program . Selain itu, kader perlu mendapat dukungan dari pemangku kepentingan ditingkat yang lebih tinggi.

“Saya harap kader berperan aktif dalam hal ini. Mengingat persoalan stunting dapat mengganggu produktifitas nasional dan mengancam masa depan generasi muda, “ kata Wahyu Windarti.

Sesuai dengan tema kegiatan” ayo cegah stunting dengan Asi ekslusif” ,ia menyatakan perlu upaya signifikan untuk menanggulangi stunting dengan memprioritaskan kegiatan intervensi spesipik dan intervensi sensitif pada 1000 hari pertama kehidupan bayi hingga enam tahun.