“Tapi itu tidak bertahan lama. Setelah itu kembali penuh sampahnya. Mungkin karena faktor masyarakatnya atau apa juga kurang tahu,” sesalnya.
Hal senada juga disesalkan oleh M. Nur Hasyim, Ketua RT. 33 Batu Tiban, Kel. Teluk Dalam.
Ia menginginkan, agar pengangkutan sampah-sampah ini bisa lebih awal, sehingga tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Ia juga mencurigai, sampah rumah tangga itu sengaja dibuang di badan jalan untuk memudahkan para pemulung memilah sampah.
“Sangat mengganggu. Tampaknya yang membuang juga tidak hanya warga kami. Tapi juga ada warga dari luar,” jelasnya singkat.
Dikonfirmasi mengenai hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Mukhyar menegaskan, bahwa kondisi itu disebabkan adanya oknum warga yang masih membuang sampah pada pagi hari.
Karena menurutnya, petugas pengangkut sampah sudah bekerja dua kali dalam sehari. Yakni pada malam hari dan pagi dini hari.
“Coba masyarakatnya belajar tertib membuang sampah. Tidak akan terjadi tumpukan seperti itu pada pagi harinya,” jaminnya. (edj/berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







