WARTABANJAR.COM, BARABAI - Hariyadi (25), warga Desa Lok Buntar, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), yang dilaporkan hilang di tengah hutan atau kebun karet pada 16 Oktober 2021, sebelumnya sempat mengalami sakit.

Hal itu diungkapkan ayahnya, Rusdian. "Sebelum hilang, tidak pulang ke rumah, lalu Hariyadi sempat mengalami sakit pada 12 Oktober lalu," ujar Rusdian.

Bahkan, ujar dia, saat saat itu Hariyadi tidak mau makan sekali sehingga badannya terlihat lemah.

Namun, lanjut ayah korban, beberapa saat sebelum pamit menuju pondoknya pada Sabtu (16/10) atau tepat di hari dia hilang, Hariyadi mau makan.

"Dia mau makan, tidak banyak, tapi mau makan. Setelah itu pamit hendak ke pondoknya di hutan," ujar Rusian.

Setelah makan, sebelum berangkat ke pondok, Hariyadi juga minta bikinkan kopi dan sempat buang air besar ke sungai yang berada di belakang rumahnya.

"Setelah buang air ke sungai dia pamit mau ke pondok membersihkan rumput," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Hariyadi (25), warga Desa Lok Buntar RT 003, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, yang sehari-hari beternak bebek dan menyadap karet itu, dilaporkan tidak pulang ke rumah sejak ia pamit pada Sabtu (16/10/20201) siang.

Menurut keterangan sang ayah, Rusdian, Hariyadi berpamintan pergi ke hutan, yang merupakan kebun karet sekitar pukul 13.00 Wita.

"Dia pamit ke hutan menuju pondoknya untuk membersihkan rumput di sekitar pondok," ujar Amat, kakak Hariyadi.

Sekitar pukul 16.00, Rusdian berinisiatif menyusul anaknya pondok d hutan.

Namun, Rusdian tidak menemukan anaknya itu di pondoknya. Dia hanya melihat pintu pondok yang terbuka.

"Kunci pondok memang cuma Hariyadi yang memegang," ujarnya.

Setelah tidak menemukan anaknya di dalam pondok, Rusdian pun berusaha mencari di sekitar pondok, namun tidak ada.

Rusdian terus mencari anaknya, namun tidak ketemu juga di hutan sekitar pondok.

Lantaran hari menjelang malam, Rusdian pun melakukan pencarian lebih jauh ke sekitar pohon karet tempat di mana Hariyadi biasa menyadap.

Rusdian mencari sambil berteriak memanggil nama anaknya.