Dalam pelariannya ia mencoba untuk bertahan hidup dengan mengembangkan usaha walet. Namun dalam usahanya mengembangkan usaha tersebut tak mampu membuatnya terbebas dari cengkeraman dunia hitam.

Maksiat demi maksiat masih terus dilakukannya. Namun kasih sayang Allah kepada hamba-Nya sungguh tak terbatas, melalui penyakit demi penyakit yang mulai dideritanya kala itu, perlahan pintu hidayah pun mendekat.

Tubuhnya mulai menolak setiap makanan haram. Puncaknya ia mengalami over dosis hingga tiga kali dan over dosis yang ketiga inilah dirinya benar-benar dalam posisi sekarat dan hampir mati.

"Saat itulah kuasa Allah turun. Bayangan neraka begitu terngiang jelas dalam pikiran dan hati," ucap Ustadz Sholah Noor.

Ia menangis dan berjanji dalam hati, jika kali ini masih diberi kesempatan umur, ia ingin total bertaubat.

Qodarullah akhirnya ia benar-benar diberi kesempatan untuk sembuh setelah melewati masa kritis. Segera setelah itu sekuat tenaga dirinya berusaha menjauh dan berlari dari semua lingkungan yang membuatnya akan kembali lagi ke dunia hitam. Tidak mudah karena bertahun-tahun itulah tempatnya. Di sana pekerjaan, uang dan teman semuanya berada. Tapi tekadnya sudah bulat. Ia tidak ingin mati dalam kondisi bermaksiat dan masuk neraka.

Mulailah ia berkenalan dengan orang-orang soleh yang pada akhirnya tahun 2009 membawanya masuk Ma’had Hasan Bin Ali yang bekerjasama dengan Muhammadiyah.

Dengan keinginan yang kuat untuk hijrah dan tak ingin lagi kembali terjerumus dalam dunia hitam, pada tahun 2013 dirinya berhasil menguasai ilmu agama dengan sangat baik sehingga sudah mulai dikirim ke pedalaman untuk berdakwah. Pada tahun 2015 akhirnya berhasil lulus dengan prestasi yang sangat baik. Kini Ustadz Sholah Noor telah bergabung dengan Pusda’i Kaltim dan terus istiqomah dalam menyebarkan agama islam di pedalaman Kalimantan Timur.

Simak kisah selengkapnya di kanal Youtube Inspiramovie

Semoga menginspirasi. (adi)

Editor : Hasby