WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengapresiasi kinerja pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional, sejak terjadinya pandemi pada Maret 2020 hingga pertengahan tahun 2021.
Hal itu disampaikan Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah saat membacakan Laporan Banggar DPR RI mengenai Hasil Pembicaraan Tingkat I/Pembahasan RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2022 beserta Nota Keuangannya.
“Pulihnya perekonomian nasional ditunjukkan oleh kinerja neraca perdagangan terus mencatatkan hasil positif hingga pertengahan tahun 2021 ini. Bahkan pada Agustus 2021, mencatatkan prestasi paling tinggi mencapai 4,74 miliar dollar AS,” jelas Said dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-6 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2021-2022, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, dilansir Parlemen RI, Kamis (30/9/2021), .
Meskipun demikian, Said memahami bahwa kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II 2021 berlangsung menurun.
Namun, hal ini disebabkan karena melebarnya defisit transaksi berjalan (current account deficit) yang mencapai 2,2 miliar dollar AS.
“Kami memperkirakan NPI pada kuartal III dan IV 2021 akan kembali membaik,” jelas politisi PDI-Perjuangan tersebut.
Ia menambahkan, indikator Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Agustus 2021 menunjukkan kinerja membaik sebesar 43,7.
Perbaikan tersebut terjadi setelah penurunan pada Juli 2021 sebesar 40,1 sebagai sampaikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali.






