Dia mengingatkan, untuk melakukan antisipasi dari hulu hingg ke hilir, yakni dari penekanan penerapan prokes di kelompok atau komunitas hingga penanganan maksimal seperti di rumah sakit, nakes dan kerjasama dengan Forkopimda.
“Kita gerakan kembali membagikan masker, karena kurang tepat juga razia tapi maskernya tidak diberi,” ucapnya.
Menyinggung maraknya warga yang menjalani isolasi mandiri (Isoman), Safrizal berpesan, untuk melakukan tata laksana isoman.
Bagi yang tidak memenuhi syarat, ungkapnya, agar tidak dipaksakan, namun dilaporkan untuk dilakukan isolasi terpusat, sehingga tidak sampai jadi lokasi penularan baru.
Safrizal memaparkan, sampai saat ini warga yang isoman sudah mencapai 69 persen, dirawat di rumah sakit mencapai 16 persen dan isolasi terpusat hanya 13 persen.
Dia juga mengingatkan, perkembangan kasus COVID-19 belakangan ini tumbuh luar biasa, sehari bisa mencapai 900 orang positif, padahal periode Februari-Juli hanya berkisar 50 – 150 kasus.
Di penghujung pertemuan, Pj Gubernur Safrizal ZA menyerahkan bantuan masker yang rencananya sebanyak 10 ribu lembar dan diserahkan secara simbolis sebanyak 2.000 lembar.
Sementara, Bupati Batola Hj Noormiliyani AS sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Pj Gubernur, terutama menyangkut beberapa masukan dalam penanganan COVID-19 guna dijadikan bahan evaluasi bersama satgas.







