“Jadi bukan berarti orang tua bekerja dari rumah itu benar-benar mendampingi anaknya PJJ, perlu ada ruang kerja yang berbeda juga antara orang tua dan anak sehingga tidak saling mengganggu. Nah di masa jeda bisa saling memperhatikan, orang tua bisa mengapresiasi anak ketika ada pencapaian yang diraih, ini penting loh sehingga anak bisa menumbuhkan kemandirian. Jeda ini pun bisa dilakukan bersama-sama dengan cara yang menyenangkan bisa streching bersama di ruang tamu, atau tidur siang 15 menit agar bisa produktif lagi,” dokter Ade menyarankan.
Setelah jadwal selesai, pastikan baik anak dan orang tua sama-sama mengakhiri waktunya di depan laptop atau gadget-nya dari kegiatan virtual baik sekolah dan bekerja sehingga bisa menjalani waktu keluarga dengan maksimal.
Selama waktu keluarga berlangsung, agar tidak bosan orang tua harus aktif berkreativitas sehingga anak juga bisa mendapatkan stimulasi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangannya.
Tidak harus menggunakan barang-barang yang rumit untuk beraktivitas bersama dengan anak di waktu keluarga, jadikan kegiatan sehari-hari di rumah seperti memasak atau bersih-bersih rumah sebagai cara menghadirkan waktu berkualitas dan juga cara mendidik anak.
Psikolog Ratih mencontohkan beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di antaranya mencuci piring bersama, membuat kue bersama, atau pura-pura berjemur layaknya di pantai di halaman rumah.
“Kegiatan semacam itu, selain membantu meringankan pekerjaan rumah orang tua juga membantu anak mendapatkan stimulasi yang baik. Jangan lupa diapresiasi sehingga anak bisa terus menciptakan pencapaian yang lain dan semangat untuk beraktivitas bersama keluarga,” ujar Ratih.







