Kondisi emosi meledak-ledak itu akhirnya menciptakan suasana di rumah menjadi tidak nyaman sehingga berdampak pada kualitas pola asuh anak yang jadi tidak optimal.
Padahal di tengah pandemi ini, orang tua seharusnya bisa menjadikan momen berada di dalam rumah untuk memantau anak dengan lebih maksimal dan memenuhi kebutuhan anak yang terlewatkan ketika bekerja dari kantor.
Lalu bagaimana cara yang tepat agar kedua hal penting ini bisa berjalan dengan selaras dan seirama sehingga bisa menjadi harmoni yang tepat?
Berbagi peran
Sebelum pandemi pun, semua orang tahu pola pengasuhan anak memang seharusnya dibagi secara merata antara ibu dan ayah.
Namun pada praktiknya sering dilakukan adalah ibu lebih mendominasi pola pengasuhan daripada ayah.
Di masa pandemi ini dengan situasi yang sama- sama bekerja dari rumah, kedua orang tua bisa memperbaiki pola pengasuhan tersebut dengan berbagi tugas dan peran.
Dokter Ade menyarankan baik ayah maupun ibu harus memiliki porsi waktu yang sama untuk mengurus anak baik di usia dini atau pun di usia bersekolah yang mengharuskan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilakukan agar anak merasa diperhatikan dan mendapatkan porsi kasih sayang yang sama besarnya dari kedua belah pihak.
“Misalnya ayah membantu anaknya di pagi hari untuk siap-siap PJJ, sementara ibu bersiap bekerja karena kan pandemi ini tentu memotong waktu yang sebelumnya dihabiskan untuk mobilisasi ke kantor kan. Setelah ibu siap, ayahnya kemudian siap-siap bekerja dan hal yang belum disiapkan bisa dibantu ibu. Jadi seimbang,” kata dokter Ade.







