Pengalaman Seru WNI Berhaji di Musim Haji 2021 Saat Pandemi COVID-19, Ibadah Lebih Tenang, Tak Masalah Bayar ONH 400 Persen Lebih Mahal
"Saya jalan sendiri, merdeka. Paling jam sekian harus sudah ke bus. Jadi, malah enak. Malah mantap bisa lebih nyaman, tenang, tanpa harus mengumpulkan teman-teman,” sebutnya.
Pandemi memaksa pemerintah Arab Saudi kembali mengadakan ibadah haji dengan jumlah jemaah terbatas.
Menurut kementerian haji negara itu, sekitar 558 ribu orang mendaftar untuk berhaji tahun ini namun hanya diizinkan 60 ribu, itupun khusus untuk warga Saudi dan ekspatriat (WNA pemukim) yang berada di sana.
Dari jumlah itu, 327 atau 0,5 persen adalah warga Indonesia.
Pendaftar disaring berdasar kondisi kesehatan, harus sudah divaksinasi atau sudah pulih dari COVID, usia antara 18 dan 65 tahun, tidak berhaji dalam lima tahun terakhir dan bersedia membayar biaya.
Soal biaya, begitu mendaftar secara online, calon jemaah haji diberitahu bahwa mereka harus membayar.
Panitia menawarkan tiga paket biaya layanan yaitu 12 ribu, 14 ribu dan 19 ribu riyal atau sekitar 60 juta sampai 80 juta rupiah.
Jemaah yang terpilih diberitahu melalui telepon, kemudian diberi waktu tiga jam untuk memilih paket layanan dan membayarnya.
Sebagian jemaah, misalnya seorang karyawan perusahaan Aswin Mauludy Naufalfarras dan dua mahasiswa doktoral Akbar Nugroho Wicaksono dan Indra Arifianto, menilai biaya itu cukup besar.
Jauh lebih tinggi dari ongkos naik haji (ONH) untuk orang lokal yang mereka ketahui, termurah 3.000 riyal.
“Cuma alhamdulillah kami tidak merasa terberatkan ya karena memang sudah diniatkan dan dipanggilnya tahun ini. Jadi, ya ikhtiar saja. Uang bisa dicarilah. Kesempatan ini, bisa jadi hanya datang sekali untuk tiap orang. Jadi, ya disyukuri saja,” tutur Akbar.
Sementara, Indra Arifianto mengatakan, “Memang terasa besar karena biasanya yang delapan ribu itu sudah yang VIP. Ini kok 12 ribu. Memang cukup besar. Tapi, kami sudah menyiapkan karena belum tentu tahun depan pandemi selesai dan punya kesempatan lagi berhaji, umur juga tidak ada yang tahu. Jadi, ya sudahlah, haji paling tidak sekali seumur hidup, mumpung ada kesempatan, ada rezeki, kita berangkat. Bismillah.”