Apalagi di Kalsel ujar Roy, dituntut kerja lebih maksimal lagi dalam melahirkan pemuda-pemuda yang berdaya saing, tangguh dan berkualitas, karena secara indeks pembangunan kepemudaan, provinsi ini  masih rendah.

“Karena itu, saya minta kepada kepala dinas pemuda dan olahraga, agar terus melakukan upaya-upaya khusus untuk mempercepat pembangunan kepemudaan, termasuk mendorong pasangan muda untuk membangun keunggulan dan daya saing, sesuai dengan keahlian dan keterampilan masing-masing,” pintanya.

Kepala Dispora Kalsel, Hermansyah mengatakan, dari kegiatan pemilihan Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi ini, diketahui potensi besar yang dimiliki  yang bisa menjadi duta Pemprov Kalsel untuk menyampaikan program pemerintah di bidang kepemudaan.

“Mereka sudah cukup berprestasi,” imbuhnya.

Kegiatan ini digelar Kemenpora sejak 2019 dan Kalsel kali pertama melaksanakan di tengah pandemi. Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi adalah akumulasi dari semangat pemuda dalam mengembangkan potensi diri, guna merintis jalan, melakukan terobosan, menjawab tantangan dan memberikan jalan keluar atas berbagai masalah dengan dilandasi sikap dan jiwa kesukarelawanan.

Kegiatan ini merupakan salah satu usaha Kemenpora guna lakukan penguatan dan pengembangan kepemimpinan di kalangan kaum muda, khususnya kepemimpinan berbasis keluarga.

Kepala Bidang Pengembangan Pemuda, Dispora Kalsel, Heru Sasmianto menambahkan, peminat yang mengajukan proposal sekitar 20 pasangan dari 13 kabupaten/kota se Kalsel. Setelah dilakukan peninjauan di lapangan dan mempertimbangkan anggaran yang ada, diputuskan 13 pasangan untuk diambil lalu dikerucutkan menjadi enam pasangan.

“Karena tingkat nasional tahun 2021 dipendeng (pemilihan,red), maka (pemilihan di Kalsel,red) tingkat provinsi saja,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin yang merupakan salah satu juri, mengatakan, penilaian yang dilakukan juri meliputi berbagai aspek, mulai inovasi, ide kreatif yang dikerjakan, dampak sosial, dan  sebagainya.

Keputusan memilih pasangan dari Balangan sebagai juara pertama, dengan pertimbangan bahwa keduanya sangat mendukung satu sama lain, memadukan keahlian si suami sebagai atlet dengan istrinya yang berporfesi sebagai guru.