WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Saparin (42), pria yang ditemukan tergeletak tak bergerak di halaman Gedung Wanita, Jalan Brigjen H Hasan Basry, Kayutangi, Banjarmasin Utara, dinyatakan meninggal dunia.

Lokasi ditemukannya Saparin tergeletak pun kini sudah diberi garis polisi oleh petugas Polsek Banjarnasin Utara yang tiba setelah menerima laporan masyarakat.

Pantauan di lapangan, setidaknya ada dua unit ambulans berada di lokasi, yakni milik PMI dan MG Elang Utara, yang bersiao untuk membawa jenazah korban.

Rekanan turut membantu untuk melacak tempat tinggal korban serta pihak keluarga.

Adik ipar dan kakak korban dilaporkan berada di lokasi setelah mendapat informasi mengenai kondisi korban.

Oleh polisi bersama rekanan, korban dimasukkan ke dalam kantong jenazah untuk dievakuasi.

Menurut rencana, korban akan dibawa ke instalasi jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.

"Saat ini sedang persiapan dibawa ke kamar jenazah RSUD Ulin," ujar salah seorang rekanan.

Diberitakan sebelumnya, terungkap identitas pria yang ditemukan tergeletak di halaman Gedung Wanita, Jalan Brigjen H Hasan Basry, Banjarmasin Utara, Rabu (7/7/2021) selepas magrib.

Berdasarkan identitas yang ada di tubuh pria itu, bernama Saparin, berusia 42 tahun.

Korban beralamat di Jalan Sungai Jingah No 11 RT 16 RW 001, Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Dalam kartu identitas itu disebutkan bahwa korban bekerja sebagai buruh harian lepas.

Korban tergeletak di halaman Gedung Wanita, Jalan Brigjen H Hasan Basry, Kayutangi, selepas Magrib, Rabu (7/7/2021).

Penemuan ini pun membuat warga geger, terlebih pria ini tergeletak tak bergerak sama sekali.

Warga pun berusaha menghubungi pihak kepolisian atas temuan ini.

Saat ditemukan, kondisi pria ini terlihat luka lecet di pelipis.

Belum diketahui penyebab pria itu tergeletak di tempat itu.

Rekanan yang berada di lokasi pun belum bisa memastikan kondisi pria ini. (ehn/bjg/dyn)

Editor: Erna Djedi