WARTABANJAR.COM, BATULICIN – DPRD Kalimantan Selatan dalam hal ini Komisi I mengapresiasi pemerintah kabupaten (Pemkab) Tanah Bumbu (Tanbu) yang akan merelokasi korban banjir di Kecamatan Satui beberapa waktu lalu.
Ketua Komisi I DPRD Kalsel Dra Hj Rachmah Norlias mengemukakan apresiasi itu saat monitoring dan evaluasi penanganan pascabencana banjir di Satui (sekitar 200 kilometer tenggara Banjarmasin), Jumat (11/6).
“Kami mengapresiasi atas rencan Pemkab Tanbu merelokasi korban bencana banjir di Satui beberapa waktu,” ujar “Srikandi” Partai Amanat Nasional (PAN) yang dengan sapaan Ibu Amah tersebut.
Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel I/Kota Banjarmasin itu berharap, relokasi korban bencana banjir Satui tersebut berjalan lancar sesuai dengan tujuannya.
“Kita berharap dengan relokasi tersebut selain terhindar dari bencana banjir, juga tingkat kesejahteraan para korban bisa semakin membaik,” demikian Ibu Amah.
Sementara itu, selain menyiapkan lahan untuk relokasi korban bencana, Pemkab Tanbu juga akan memasang dua unit alat pendeteksi banjir atau “Early Warning System” (EWS).
Penempatan EWS tersebut di Desa Jombang, Kecamatan Satui dan Desa Mangkal Api, Kecamatan Kusan Hulu, karena dua desa tersebut merupakan yang paling rawan terjadi banjir.
Idealnya satu sungai harus terpasang tiga EWS yang terletak di hulu, tengah dan hilir sungai agar masyarakat yang tinggal di dataranrendah serta sekitar sungai bisa mengetahui secara dini sebelum banjir.
Pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)-nya menganggarkan 10 unit EWS untuk 13 kabupaten/kota buat deteksi dini bencana banjir.
Sedangkan upaya pencegahan atau pengendalian bencana banjir berdasarkan kajian Pempro Kalsel dan Pemkab Tanbu perlu membangun bendungan/waduk, membuat sundatan, dan normalisasi sungai.
Kajian lain dampak banjir terhadap pendemi COVID-19 di Kecamatan Satui salah satunya klaster perusahan.







