Kecamatan Satui merupakan daerah pascatambang/pertambangan seharusnya ada program penghijauan.
Oleh karena itu Komisi I DPRD Kalsel mengharapkan semua stakeholder berkoordinasi dengan Pemprov dan pemerintah pusat untuk penanganan bencana di daerah.
“Beberapa informasi dari hasil Kunker ke Kecamatan Satui menjadi bahan masukan dan informasi penting bagi Komisi I DPRD Kalsel untuk pelaksanaan program nanti yang dijalankan BPBD provinsi setempat,” demikian Rachmah Norlias.
Dalam kunjungan kerja (Kunker) dalam daerah provinsi, 10 – 12 Juni 2021 Komisi I DPRD Kalsel menggelar dialog dengan berbagai pihak di Kecamatan Satui yang juga hadir camat setempat, Abdul Rahim SST.
Pada kesempatan itu, selain mengapresiasi, Camat Satui menaruh harapan yang tinggi agar wakil rakyat Kalsel tersebut dapat menerima dan sekaligus memperjuangkan aspirasi mereka.
“Dari hasil monitoring ini kami mengharapkan anggota Dewan yang terhormat sebagai wakil rakyat bisa menampung aspirasi kami, membantu proses relokasi dan pembangunan jalan yang sudah tidak layak untuk dipakai,” tegasnya.
“Kemudian memberikan solusi- solusi untuk kemajuan daerah Satui agar tidak terjadi lagi banjir setiap tahunnya.Karena Satui termasuk kecamatan terbesar dan jumlah penduduknya tidak sedikit yaitu 63 ribu jiwa tersebar pada 16 desa,” demikian Abdul Rahim.
BPBD Tanbu mencatat sebanyak 5.308 jiwa terdampak banjir dan 268 jiwa
mengungsi akibat banjir yang melanda enam desa di kabupaten tersebut yaitu Desa Sinar Bulan, Satui Barat, Satui Timur, Jombang, Sungai Danau dan Desa Sejahtera.
Dari enam desa yang terdampak paling parah Desa Sinar Bulan dan Sungai Danau sehingga warga masyarakatnya terpaksa harus mengungsi.
Pengungsi dari Sinar Bulan sebanyak 58 kepala keluarga (KK) atau 212 jiwa dan Sungai Danau sebanyak 36 KK atau 56 jiwa.







