Web Portal Instansi Jangan Hanya Digarap Serius Manakala Ada Kasus, Workshop Jurnalistik
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar mengharapkan, peserta Workshop Jurnalistik yang diadakan oleh Biro Administasi Pimpinan Setdaprov Kalsel bersama Wartabanjar.com bisa mengelola media di instansinya masing-masing. Mereka juga diharapkan sudah bisa membendung isu-isu yang berseliweran di jagat maya.
“Ada output yang diperoleh dari Workshop Jurnalistik yang digelar. Mengingat informasi-informasi sekarang ini sudah sangat cepat beredar dan mudah tersebar, oleh sebab itulah kehumasan masing-masing SKPD bisa lebih aktif lagi mengelola informasi di SKPDnya,” harap Roy.
Workshop jurnalistik yang digelar di Galaxy Hotel Jalan A Yani Km 2 Banjarmasin itu, panitia menerapkan protokol kesehatan.
Mengangkat tema Strategi Kehumasan Dalam Melahirkan Karya Inovasi Di Era Digital, menghadirkan Narasumber, Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie, Jurnalis Senior, Yusran Pare, Kepala Bagian Komunikasi Pimpinan Setdaprov Kalsel, Widi Gunawan dan Kasubag Peliputan dan Pemberitaan Biro Administrasi Pimpinan Setda Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi.

Yusran Pare mengatakan, dari pengamatan atas berbagai web portal pemerintahan, hampir seluruhnya terkesan dikelola asal jadi. Hampir semuanya sekadar memindahkan informasi teks cetak ke platform digital tanpa peduli apakah konten itu akan dibaca atau tidak.
Web portal institusi teknis semacam BMKG, BPTKG, sudah sangat terperinci menyampaikan informasi, meski memang masih sangat teknis. Mungkin karena diniatkan untuk konsumsi pihak terkait.
Padahal, akan lebih bermanfaat jika disediakan juga informasi yang easy reading dan entertaining.
“Di era keterbukaan seperti saat ini, sesungguhnya melalui web prortal itulah institusi-institusi negara harus menunjukkan kehadirannya melayani warga. Bukan sekadar digarap serius manakala ada kasus. Sekadar jadi pemadam kebakaran,” katanya.
Bambang Dedi Mulyadi mengatakan, bagi para ASN khususnya bidang kehumasan hendaknya memahami teknik berelasi dengan media atau wartawannya. Dikarenakan strategi menjalin hubungan profesional dengan media sekaligus dapat membantu pemerintah dalam menjawab opini negatif yang berkembang.